Children Of Heaven 1997 [film paling menyentuh menurut saya]


Jika ditanya apa film yang bagus menurut saya, mungkin akan saya jawab dengan menyebutkan banyak judul film dari bermacam-macam aliran film. Namun jika ditanya tentang film yang menyentuh sampai ke dalam hati sanubari (hihihiii, lebaynya keluar) maka akan saya jawab dengan mantap film “Children of Heaven”. Film ini jika kita lihat dari alur cerita mungkin cukup sederhana, menceritakan tentang sepatu dan kakak beradik dengan keluarganya. Bagaimana cerita tentang sebuah sepatu bisa membuat hati saya tersentuh, itulah hebatnya film ini.

Saya akan mencoba menceritakan kembali apa yang saya tangkap dari film ini dari sudut pandang saya, mungkin akan banyak yang terlewat. Film ini mengambil latar di negara timur tengah, negara Iran tepatnya (namun bukan di kotanya, melainkan di daerah pinggiran) dengan setting waktu sekitar tahun 1997-an. Diawali dengan tukang sol yang sedang memperbaiki sepatu butut berwarna pink, yang merupakan sepatunya Zahra, adik Ali. Sekalian berbelanja di pasar, Ali mengambil sepatu pink tersebut, namun sayang ketika sedang berbelanja kentang di sebuah toko, sepatu yang disisipkan di antara sela-sela dagangan toko tersebut diambil oleh seorang pemulung bergerobak (dengan meminta izin empunya toko –betapa sopannya–karena betapa bututnya sepatu tersebut dikira merupakan barang buangan juga). Ali bingung ketika mendapati tidak ada lagi sepatu adiknya yang telah dijanjikan akan dia bawa pulang untuk dipakai sekolah keesokan harinya.

Karena takut akan kemarahan ayah dan ibunya, serta tidak ingin menambah beban keluarga, Ali meminta adikknya, Zahra, agar tutup mulut. Ali berjanji akan mencari sepatu tersebut sampai dapat. Namun sampai malampun tidak diketemukannya, sampai akhirnya Ali dimarahi oleh ayahnya. Dimarahi bukan karena menghilangkan sepatu (karena ayahnya tidak tahu) melainkan karena meninggalkan ibunya bekerja sendirian.

Ketika ayahnya sedang memecah gula (dalam film ini gulanya berupa gula batu yang nantinya akan digunakan untuk minum dalam pengajian di masjid), terlihat betapa keluarga tersebut sangat menjaga amanah, ketika sedang kekurangan gula mereka tidak mau mengambil secuil gulapun dari situ.

Sambil belajar, kedua anak itu memikirkan bagaimana caranya mereka berdua dapat bersekolah dengan menggunakan sepatu keesokan harinya, sebagai gambaran, si Zahra masuk sekolah pagi dan si Ali masuk sekolah siang. Selisih waktu antara selesainya kelas Zahra dan masuknya kelas Ali tidak banyak, diputuskan untuk saling bergantian memakai sepatu Ali yang masih ada, dipakai Zahra paginya, ketika pulang Ali akan menanti di gang untuk bergantian sepatu dan berlari sekuat tenaga ke sekolah agar tidak telat.

Suatu hari Zahra melihat sepatunya dikenakan oleh seorang gadis cilik adik kelasnya, kemudian terus-terusan diikutinya gadis cilik bersepatu pink tersebut sampai ke depan sebuah rumah. Lalu, bersama dengan Ali didatanginya rumah gadis cilik tersebut, namun betapa ketika dilihatnya sang ayah dari si gadis cilik tadi buta dan masih bekerja sebagai pengasong, maka keduanyapun kemudian mengikhlaskan sepatu tersebut.

Malamnya, malam Jum’at, ada acara pengajian di masjid. Ayahnya Ali dipinjami seperangkat alat-alat pertamanan yang dapat digunakannya untuk merawat tamanan di rumah orang-orang kaya di kota oleh temannya. Paginya, hari Jum’at merupakan hari libur di negara tersebut, ayah Ali dan Ali menuju ke kota untuk menawarkan jasa pemeliharaan taman. Setelah memutari kompleks perumahan elit, dan dengan kecerdasan Ali serta sedikit keberuntungan ada seorang kakek dengan cucunya yang menggunakan jasa perawatan taman kedua ayah beranak tersebut. Dan keduanya awalnya dipanggil bukan karena sisi kakek sedang ingin merawat tamannya, tapi lebih karena si cucunya tersebut meminta agar bisa bermain dengan Ali. Dan merekapun mendapatkan bayaran yang melebihi bayangan mereka sebelumnya.

Namun malang tak bisa ditolak, ketika pulangnya, sepeda yang mereka naiki blong remnya, dan jatuhlah mereka dengan luka yang lumayan serius pada sang ayah, sedangkan Ali cukup baik-baik saja.

Suatu hari di sekolah Ali diadakan pendaftaran untuk lomba lari jarak jauh dan juara ketiga dari lomba tersebut akan mendapatkan sebuah sepatu sneaker yang Ali idam-idamkan akan diberikan kepada adiknya. Ali berusaha ikut walaupun pendaftarannya telah ditutup, setelah membujuk dan menunjukkan kemampuannya berlari akhirnya Ali-pun diterima oleh guru olahraga untuk ikut serta didaftarkan.

Pada hari pertandingan, ternyata tidak semudah itu untuk menjadi juara ketiga, namun berbekal tiap hari Ali harus lari pulang pergi sekolah (karena mengejar waktu agar tidak telat karena harus bergantian sepatu dengan adiknya), dapatlah Ali menjadi lima pelari pertama. Bahkan sempat menjadi yang pertama, saat sadar tidak ada orang didepannya, Ali melambatkan larinya agar menjadi juara ketiga. Ketika disalip oleh beberapa pelari lainnya, Ali sempat jatuh karena disenggol pelari lain tersebut, Ali tidak mau menyerah dan bangkit dan mengejar terus, sampai akhirnya finish di urutan pertama dengan selisih yang sangat tipis dengan urutan kedua dan ketiga. Saat penyerahan hadiah, Ali malah menangis, terbayang wajah kekecewaan adiknya (karena juara pertama hadiahnya bukanlah sepatu sneaker)😦.

Di lain tempat pada saat yang sama, diperlihatkan ayah Ali sedang berbelanja ke pasar dengan menggunakan sepedanya, terlihat dalam bungkusan membawa dua pasang sepatu berwarna putih dan pink untuk kedua anaknya.

Saat Ali sampai di rumah, adiknya telah menunggu namun Ali tidak berkata apa-apa. Ddalam keadaan kakinya yang mengelupas, dimasukkannya kakinya dalam kolam ikan di depan kontrakannya, dan sang ikanpun secara ajaib mengerubungi kaki Ali tersebut.

Berikut ini preview film tersebut dan file .srt (subtitle)

subtitle file: here

Cast: Amir Naji
M. Hashemian, B. Sadiahi, N. Mohammadi F. Sarabandi, K. Mirkarimi, B. Rafii
Music: K. Jahanshahi
Editor: H. Hassandoust
Cinematographer: P. Malekzadeh
Producer: S. Sayedzadeh
Written and Directed by: Majid Majidi

Pos ini dipublikasikan di Ilmu. Tandai permalink.

15 Balasan ke Children Of Heaven 1997 [film paling menyentuh menurut saya]

  1. ahmad saefudin berkata:

    kakak yau gak di mana aku bisa cari link downloadnya?trims

    *
    di mediafire mungkin ada dan sudah bisa resume..
    atau bisa download via torrent aja, kalau saya dapatnya dari hasil downloadan teman soalnya
    http://www.megaupload.com/?d=59XMG4B0 ini mungkin bisa membantu

  2. jenglot berkata:

    yang mau download:
    http://xover4.jkt.3d.x.indowebster.com/download/54/f975a789e77404ee3827da78a51f12f3.rar lalu ganti ektensi “rar” ke “avi” file 700MB ..

  3. Ion berkata:

    filmnya gak ada terjemah indonesia,,,gimana caranya supaya ada terjemah indonesia………mohon jika link donwload yang ada terjemah bahasa indonesianya. trima kasih

  4. UTI DARUL AQSA berkata:

    wah.. gan ane udah berapa kali khatam nonton tuh film banyak manfaat yang tidak bisa disebutkan dalam nuansa film tersebut, selain itu biaya pembuatan film tersebut tidak terlalu mahal hal ini berbeda jauh dengan film yang diproduksi indonesia yang menghabiskan dana sampai milyaran rupiah tapi filmnya tidak memberikan manfaat apapun contoh nyata film-film horor .

    • m.ngafifi berkata:

      Iya.. contohnya sekarang, lagi booming mahabharata dan indian movies lainnya, tapi kenapa kok orang kreatif indonesia gak mau mengangkat kisahnya sendiri semisal singosari dan majapahit dengan intriknya.

  5. villy hyuuga berkata:

    Download aja di http://nontonmovie.com/children-heaven-1997/
    langsung ada subtitle bahasa indonesianya…
    Tapi untuk bisa download, pastikan di laptop atau komputer kalian terinstall Flash Downloader ya…

    • m.ngafifi berkata:

      Hehe.. makasih linknya, waktu itu koneksi inet masih mahal.. so, mending kopi paste ajah, sayangnya subtitle dikopi terpisah. Akibatnya kita harus berusaha sendiri buat dapet subtitlenya🙂

  6. mualimin berkata:

    Betul sekali sangat menyentuh film ini kalau gak salah saya sudah nonton 3 x film di RCTi ,. tapi sekarang sudah gak pernah tayang lagi

  7. Cici berkata:

    ceritanya sama kayak keluarga ku yang hidup miskin, sekolah aja sepatunya bolong, terus ceritanya yang gantian sepatu juga terjadi sama kedua kakak perempuanku, mereka gantian pake sepatu kakak ku yg pertama siang kakakku yang kedua paginya….hahhaa tapi walaupun hidup miskin dulu aku sangat bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga tercintaku yang kini sudah mencar2 karena udah berkeluarga x ya heheh… aku cinta ibuku I Love u mom…
    Sedih n menyentuh filmnya, aku pernah nonton waktu SMP dan aku agak lupa ceritanya tapi sekarang aku lg download tauu deh ada subtitle indo nya apa gak, downloadnya disini http://layarkaca21.com ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s