Ayam Goreng Panas Banjar Sari [wisata kuliner]


Pekalongan, salah satu kota besar di jalur pantai utara Jawa. Beberapa hari yang lalu saya jalan-jalan di kota itu, secara keseluruhan cukup menyenangkan. Kali ini yang ingin saya tulis dalam blog ini adalah mengenai wisata kulinernya.

Malam menjelang, dingin semakin merasuk, paling enak makan yang hangat-hangat. Tak jauh dari -alun-alun- lapangan depan masjid agung Pekalongan, ke arah Plaza Borobudur (*atau pasar batik saya kurang paham) tepatnya di Jalan Sultan Agung ada semacam warung pinggir jalan *kalau di Jogja lebih sering disebut sebagai warung lesehan.

Tanpa menunggu lama lagi, saya segera meluncur ke TKP. Sepertinya saya termasuk pelanggan yang pertama kali, karena dari tiga tempat makan yang disediakan baru terisi beberapa orang saja. Oiya, desain meja makannya unik, berupa meja makan memanjang yang di atasnya dibuatkan semacam rak untuk menaruh lalapan, tisu, sambal, piring dan lain-lain, sedangkan duduknya lesehan disediakan bantal.🙂

meja unik


Sebagai kondimen disuguhkan sambal merah dan hijau yang sedikit berminyak, sepertinya menggunakan minyak kelapa -sok tau-, lalapan yang melimpah berupa daun kemangi, mentimun dan daun kubis. Yang unik lagi, selain ada air kobokan, pelanggan juga diberi semacam tisu basah untuk menghilangkan minyak nantinya setelah makan. Oiya di sini nasinya disuguhkan dalam wadah terpisah.

kondimen


Sambalnya membuat ngiler duluan, dari warnanya sepertinya sangat kuat pedasnya. Tetapi setelah saya coba, malah lebih deket ke manis dan gurih, hemm yummyyy sebagai cocolan ayam.😛

sambal hijau dan merah


Setelah itu saya pesan dada ayam goreng dan hati ampela goreng. Sepertinya digoreng dengan menggunakan gandum berbumbu dicampur telur agak banyak sehingga menyisakan kremes-kremes yang melimpah. Digoreng dengan minyak panas mendidih yang banyak. Dagingnya empuk-empuk panas dan berserat. Sedangkan kremesannya sangat berasa telur dan gurihnya.

dada ayam dan ati ampela goreng panas


Dimakan dengan nasi hangat mengepul dan sambal merah-hijau yang dicampur..hemmm sedapnyaaaa🙂

Maknyus bener, ayamnya berasa, kremesnya bikin ketagihan. Perut terisi penuh, alhamdulillah kenyang. Waktunya melakukan pembayaran, 1 jeruk panas, 1 es jeruk dan 1 es teh untuk minumnya, 1 dada ayam goreng panas, dan 1 ati anpela goreng semuanya Rp26.000 saja, nasi sebakul dan lalapan sudah termasuk.
Alamat tepatnya: Jalan Sultan Agung gang XII No. 1 – Pekalongan

Ayam Goreng Panas Banjar Sari

Pos ini dipublikasikan di Kuliner dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Ayam Goreng Panas Banjar Sari [wisata kuliner]

  1. Anonim berkata:

    uhhhh …..iya tuh mantappp bgt ayam goreng nya,,,mak nyus aku jg srg ke situ ayam grng pak abu

    *
    sipp, kotanya juga masih menyenangkan menurut saya, jadi pengen main-main ke sana lagi🙂

  2. Anonim berkata:

    pengen maem itu lagi yahhhhh….. hmmmm nyummy🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s