Jari Manis dan Cincin Pernikahan [sebuah do’a]


Pernikahan, penyatuan dua insan yang sama sekali berbeda -jenis kelamin- ke dalam satu biduk yang dinamakan rumah tangga, dengan tujuan tertentu. Mulai dari menjaga agar tidak punah gen dan silsilahnya, sampai dengan tujuan untuk menyempurnakan agamanya.
Dalam beberapa hal, ada semacam ritual yang umum dilakukan dan diikuti oleh sebagian orang, yaitu memakai cincin kawin -hok o termasuk ritual tho kuwi?-. Dan biasanya cincin tersebut dipakaikan pada jari manis, jari tetangganya kelingking dan jari tengah. Kenapa di jari manis? -kalo kelingking kan buat ngupil, kalo jempol buat bilang joss ato maknyus, nek telunjuk kan tukang tunjuk-tunjuk, jari tengah? ngerti dewe-.
Jadi, kenapa jari manis, sepertinya ada filosofi terselubung, sebuah doa yang dipanjatkan tidak hanya dengan kata-kata -bagi yang mengetahui-, bagaimana bisa?. Video berikut ini mungkin akan lebih jelas menggambarkan doa terselubung tersebut.
videonya: *buatan sendiri pas kumat isengnya, latar belakangnya Jogja never ending asia euy, sekalian promosi!😀

Dapat dilihat, ketika tangan kanan dan kiri ditangkupkan (ditempelkan) keduanya saling menyatu. Kemudian, dengan menekuk jari tengah, pastikan tekukan jari tengah dan keempat ujung jari yang lain saling menempel antara tangan kanan dan kiri. Langkah selanjutnya, ini yang akan menjelaskan doa terselubung tersebut. Coba satu-satu lepaskan tempelan antar ujung jari tersebut. Ketika melepaskan tempelan antar jari kelingking, hanya jari kelingking saja yang goyah dan terpengaruh. Begitu juga ketika dilakukan terhadap jari tengah, telunjuk dan jempol. Tapi ketika berusaha melepaskan tempelan antar ujung jari manis, hanya bisa dilakukan jika tempelan antar jari yang lain ikut goyah. Sekuat apapun usaha untuk memisahkannya tidak akan berhasil tanpa mempengaruhi ikatan antar jari-jari yang lainnya. Nah, itu dia doanya :-)v
Kalau masih tidak percaya, coba saja sendiri, simple.

Sedikit penjelasan yang lebih filosofis🙂

  • Ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
  • Jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereka memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
  • Jari kelingking, yang mewakili anak-anak, cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.
  • Jari manis, tempat dimana biasanya kita menaruh cincin pernikahan, jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup Anda dan pasangan Anda akan terus melekat satu sama lain.

Ketika otak menerima pesan untuk menggerakan jari telunjuk kita, dapat digerakan. Begitu juga dengan jempol, tengah, dan kelingking kita. Mengapa jari manis tetap diam tak dapat digerakan meskipun otak ini bersikeras mengoyahkan? Itulah kenapa dari dulu cinta didasarkan pada dorongan kuat dari perasaan, bukan dari otak atau otot.

Oiya, sedikit pesan sponsor: berliburlah ke jogja, dan bagi muslim laki-laki, haram lho hukumnya memakai perhiasan perak dan emas, tidak terkecuali cincin kawin yang terbuat dari emas ataupun perak.

Pos ini dipublikasikan di Film, Personal dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s