Proses Renovasi Rumah


Woogghhh, mengingatnya saja aku lelah… tapi sekaligus senang. Betapa tidak, setelah 6 tahun lebih dari pertama kali bekerja akhirnya ada sesuatu yang nyantol, ya sebuah rumah. Setelah melalui proses panjang pencarian lokasi DP dan KPR. Setelah proses persetujuan KPR yang sempat harus diulang gara-gara peraturan skema subsidi kepemilikan rumah akhir tahun 2011 yang nggak jelas. Akhirnya, memilih KPR normal dengan skema syariah untuk rumah sederhana di kawasan Cisauk.

Setelah akad kredit di awal tahun 2012, beberapa waktu setelah saya resmi menikah, akhirnya terbeli juga rumah di penghujung jalur KRL waktu itu. Tidak mewah dan tidak terletak di kawasan elit memang, tapi kaaaann ada jalur KRL yang prospeknya mau diperpanjang sampai Rangkasbitung🙂 … dan asal tahu saja ya tahun 2014 ini jalur KRL sudah sampai Maja cui. Jadi terasa deket deh kalau mau ke mana aja. Thank God!

Oke balik ke cerita renovasi. Pertama, kapan? sekira 6-8 bulan setelah akad kredit kalau ndak salah… dengan mengerahkan tukang dari kampung halaman Pak Prikan dan Pak Slamet Muslih dengan alasan kenal dan keluarga di Magelang pernah menggunakan jasa mereka dan puas. Alhamdulillah, saya tidak salah pilih tukang. Setelah deal harga dan akomodasi yang akan dipakai, saya minjem rumah teman di samping yang belum ditempatin untuk jadi markas sementara kami, suwun Goh!🙂. Yapp, saya meninggalkan kontrakan lama di Saraswati 2 demi untuk menemani para tukang ini..

penampakan rumah sebelum direnovasi

penampakan rumah sebelum direnovasi

Beberapa tahapan dalam renovasi rumah yang saya lakukan:

Pembicaraan awal tentang grand design renovasi rumah dengan tukang sekaligus arsitek saya, Pak Prikan. Rencana awal hanya mau nge-dak bagian belakang rumah untuk dijadikan dapur dan pendalaman septic tank yang dangkal (biasa), tembok antar rumah yang satu bata (katanya juga biasa), kusen yang sepertinya di bawah standar (harga murah cuy). Okeelah kita terima.

gunungan tanah

gunungan tanah

tanah galian pas bikin septic tank dan tanah galian pondasi

tanah galian pas bikin septic tank dan tanah galian pondasi

Namun, begitu menyadari kacaunya konstruksi rumah seperti saat menemukan hal lainnya berupa: pondasi yang hanya sejengkal (what?) cek tembok depan, tengah dan belakang… sama cuyyy, tembok yang doyongnya ngalahan menara pisa – bisa berabe nih kalau ambruk, pengatapan yang pakai kayu seadanya – hla kalau rubuh piye?. Akhirnya diputusin buat rombak total rumah dengan atap didak, rumah tumbuh cuyyy, tanah makin mahal.🙂

Pengedakan dapur, menggunakan material batako untuk dinding yang selanjutnya kusesali karena kualitas batako di sini tidak seperti di daerah asal saya yang kokoh mantap sedangkan di sini, berlubang, ringkih mampus, not recommended lah buat dipakai😛. Untung pak tukang sabar, jadi diisilah batako yang bolong itu dengan adonan semen dan pasir biar lebih kuat. Fix, untuk selanjutnya mending pakai bata merah.

proses pengedakan dapur

proses pengedakan dapur

Demi pengiritan listrik dan air, di bagian atas dapur direncanakan dibuat tempat torn air dengan kapasitas 650 liter. Jadi, dak-an agak dinaikkan biar tekanan airnya lebih kuat. Alasan lainnya adalah untuk memfasilitasi lubang angin-angin agar sirkulasi udara di dalam rumah lebih baik. Maklum saja kiri, kanan, dan belakang rumah orang lain.

bagian atas dapur, tempat torn air

bagian atas dapur, tempat torn air

Karena menggunakan batako yang super sekali, sekali tampol rontok.. maka tembok segera diplester agar tidak mudah rontok batakonya😛.

hasil pengedakan dapur

hasil pengedakan dapur

Itung-itungan, oke, masih bisa dikejar biayanya dengan tambahan dana utang lunak.. hehehe. Kerjakan! Fase-fasenya: Setelah selesai bagian belakang dan septic tank depan, mulailah mengerjakan pondasi dalam rumah. Bagian belakang sih enak masih luas tanahnya, yang bagian samping kiri dan kanan yang nyata-nyata sharing tembok dengan tetangga terpaksa harus disuntik pondasinya sama masang tembok lagi biar kuat..’

Pembuatan dan penyuntikan pondasi yang dibarengi dengan pembenahan saluran buang kamar mandi dan wc. Oiya, di sisi lain rumah ini saya juga menambahkan saluran air khusus buangan cucian baju dan wastafel dapur dialirkan ke bawah garasi, mirip septic tank gitu deh. Tujuan utamanya biar air di got tidak terlalu tercemar dan agar air yang meresap kembali ke dalam tanah semakin banyak.

pondasi dalam - nyuntik bagian kiri rumah

pondasi dalam – nyuntik bagian kiri rumah

Dari ujung tembok ke ujung tembok lainnya disatukan oleh pondasi yang memakai tulangan besi, sebenarnya penyangga rumah cor, lebih banyak ke tiang dan slope dibandingkan ke tembok. Fungsi utama tiang dan slope itu seperti rangka pada tubuh manusia. Sedangkan tembok lebih kepada kulit manusia.

pondasi tengah

pondasi tengah

Di sinilah sulitnya merenovasi rumah yang sudah jadi di tengah-tengah rumah lainnya. Tidak bisa langsung merubuhkan temboknya. Jalan sau-satunya adalah ‘menyuntik’ dan untuk melakukan itu dibutuhkan usaha yang tidak sedikit. Lebih mudah membuat pondasi dan cakar ayam yang sama sekali baru dibandingkan harus me-reka-yasa yang sudah ada.

pondasi suntik tembok tengah

pondasi suntik tembok tengah

Pasang cor dan ceker ayam buat tiang dak (saran: ati-ati dengan hal ini, kelihatannya sedikit tapi kalau salah hitung bisa berabe, mainannya besi sama semen di sini) dan saya salah itung 4 tiang dong, gara-gara rencana bagian depan yang berubah minta agak dimajuin🙂 / hohohoh.

Belajar dari kesalahan pas membangun dapur, yaitu membuat sendiri ring untuk tiang dan slope yang memakan waktu lama. Untuk kali ini, ring tiang dan slope kita beli jadi. Tentu saja nyari besi dengan ukuran agak gede.. 8 kalau ga salah.. heh.. terbukti jadi lebih cepat saat pengerjaannya.

besi buat tiang

besi buat tiang

Steger kita pakai bambu hasil beli di kampung sebelah.. dapet murah per batang kalau gak salah Rp8.000,-. padahal harga pasarannya Rp12.000-15.000. Selain itu, kita manfaatkan juga kayu bekas atap dan bambu yang dipakai buat ngecor dapur.

depan rumah di garasi

depan rumah di garasi

Muka rumah direncanakan lebih maju untuk memperoleh bagian dalam rumah yang agak luas. Kelemahannya, garasi dan halaman jadi kepangkas. Rencananya nanti di bagian garasi, pagarnya akan saya buat di garis luar selokan depan rumah (kalau sudah dipasang akan saya update di post tersendiri).

kemajuan teras sekitar semeter

kemajuan teras sekitar semeter

Saling silang dalam penempatan bambu di sini ada maknanya lhoooo… biar daya sokongnya lebih kuat dan bambu tidak mudah patah. Hal ini untuk memastikan dak-dakan yang tidak melengkung dan tidak ‘patah’. Maklum rencananya saya tidak mau memakai gipsum atau eternit buat nutupin atap cor. Hehe.. aji pengiritan cui.

steger - pake bambu saja

steger – pake bambu saja

tiang depan rumah - salah satu penyebab kebengkakan dana karena salah hitung

tiang depan rumah – salah satu penyebab kebengkakan dana karena salah hitung

Waktu buat gali pondasi agak lama karena faktor cuaca dan jenisa tanahnya yang liat. Selesai di situ, kita lanjutkan dengan penembokan, cepet kali man. Berasa langsung jadi rumah. Terus pasang kusen yang asli bikinan tukang saya juga, pintunya dong, lain.. kalau biasanya orang pake 1 daun atau 2 daun pintu kayak kupu-kupu. Saya, pakai 2 daun dengan ukuran yang berbeda, satunya 30 cm, yang lain 90 cm.. hahaha, maklum lebar rumah cuman 6 meter, jadi aneh kalau pake daun kupu, tapi terlalu kecil kalau cuma 1 daun. Betewe, tukang saya ini serba bisa, aslinya tukang kayu yang bekerja jadi tukang batu dan menguasai kelistrikan.. Mantab kan? Thank you Pak Prikan.

Selesai itu semua, mereka minta pulang kampung, beberapa hari saya sendirian di rumah itu.. serem juga sih.. ahhaha..

Setelah beberapa saat mereka kembali lagi, sebelum lanjut, mancing-mancing dulu di danau belakang kompleks…

danau belakang kompleks di sore hari

danau belakang kompleks di sore hari

mancing duluuu

mancing duluuu

Lanjut kerja dengan topik ngedak dan finishing.

Berhubung tukang saya yang satu ini paham kelistrikan, sebelum ngedak kita buat juga jalur-jalur listriknya dan pastikan juga telah memenuhi standar PLN. Kita juga pasang ground di meteran listrik. Tau gak? asalnya ground yang ada di rumah saya hanya paku yang ditancapkan ke tembok. Marvelous.. edyan kabeh nda! Ora mikir keselamatan pembeli koyone😦

persiapan dak

persiapan dak

kelistrikan yang saya tanam di cor

kelistrikan yang saya tanam di cor

tampak depan

tampak depan

tiang dilihat dari atas

tiang dilihat dari atas

Proses ngedak ada tambahan tukang, Mas Nur Salim dan adikku Anwari. Proses pengedakan kita kerahkan tambahan tenaga sebanyak 15 orang. Dengan dikomandoi oleh Pak Sang Sang – Tarzan. Tips untuk kegiatan ini adalah tempatkan satu orang kepercayaan di bawah yang mengomandoi tentang takaran semen, pasir dan batu agar diperoleh kualitas yang baik dan memastikan adukan yang homogen. Lalu tempatkan juga satu orang di atas yang memastikan adukan cor masuk merata ke sela-sela besi agar diperoleh dak-an yang padat dan kokoh. Buat besinya saya pakai 2 layer dengan besi 8 dan 10.

Sambil nunggu coran matang, selama seminggu full jangan lupa disirami agar tidak retak. Lanjut lagi dengan bikin undakan.. full power nih: 3 tukang saya…

3 tukang beraksi

3 tukang beraksi

Karena saya lebih prefer kepada keselamatan maka tangga ke lantai dua saya minta yang agak lebar dan luas.. So, jadinya banyak ruang yang kemakan ‘sia-sia’. Untung beberapa ruang seperti di bawah tangga persis bisa dimanfaatkan untuk kamar mandi. Oiya, ini kesalahan kedua yang saya buat ketika merancang rumah ini. Lha kepiye, nembe kepikiran setelah dapurnya jadi e. Padahal kalau dari awal sudah tahu, tangga ini bisa saya pepetkan dengan tembok belakang dapur. Jadi lebih banyak space yang terselamatkan.

finalizing tangga

finalizing tangga

Fase yang menguras dana dan biaya…. fase finishing, dengan 2 tukang saja untuk memperlambat kerja dan nunggu kucuran dana dari Allah “:-D…

pentembokan

pentembokan

pentembokan 2

pentembokan 2

dapur

dapur

selesai dapur dengan gambar winnie the pooh favorit istri biar betah

selesai dapur dengan gambar winnie the pooh favorit istri biar betah

Berikut foto-fotonya. Di tengah-tengah waktu finishing, keluarga kecilku, istri dan putriku tersayang sudah mau diajak dan diijinkan mbahnya menempati rumah ini setelah sekian lama nebeng di rumah mertua.

ifaku yang lucu

ifaku yang lucu

angry bird

angry bird

Di tengah-tengah renovasi dan saat istri dan anakku sudah di sini, demi tugas aku harus ke melbourne kota indah dengan iklim yang menyenangkan.

di pinggir kali di Ostrali sono, pernah berharap untuk bisa kembali ke kota ini

di pinggir kali di Ostrali sono, pernah berharap untuk bisa kembali ke kota ini

sempet ditinggal ke moelbourne

sempet ditinggal ke moelbourne

Lanjut ke proses renovasi yang ditargetkan sebelum lebaran tahun 2013 harus sudah selesai dan nyatanya belum kemudian ganti dengan harus selesai saat duitnya habis.. wakakaka.. that’s a true story.

bagian depan rumah

bagian depan rumah

Pagar saya buat seperti ini lebih kepada faktor penghematan anggaran. Tapi hasilnya bagus juga sih.. dialem dewe.. hahahahag.. Bentuk jendela juga agak nyleneh. Gak tau saya kenapa pengen jendela yang kayak gitu… bukanya dari atas cui. Yah, namanya orang iseng ya😀

tampak depan, sudah 90%

tampak depan, sudah 90%

Masalah muncul di plorotan depan  rumah ini. Alih-alih bisa keset dan tidak licin pas ujan, dengan memasang keramik ini. Ekh, ternyata salah total.. Masih dalam proses memikirkan solusi agar tidak terlalu licin terutama saat ujan dan harus mengeluarkan motor dari dalam rumah.

ifa ngeliat ke belakang di depan rumah dengan background jambu kristal dan mangga

ifa ngeliat ke belakang di depan rumah dengan background jambu kristal dan mangga

main di depan rumah.. jalan yang lumayan lebar jadi tambahan halaman bagi kami.. syukurlah :)

main di depan rumah.. jalan yang lumayan lebar jadi tambahan halaman bagi kami.. syukurlah🙂

Bonus, foto terimut si bocil kala itu…

si bocil

si bocil

Sekian cerita perombakan rumah yang saya lakukan dari akhir tahun 2012 sampai dengan pertengahan 2013… Sorry for longpost.. semoga dapat bermanfaat bagi yang lain. Nek bagiku sih pengen mendokumentasikan kenangan saja.. Iyo ra dek Ifa? Love you.

Pos ini dipublikasikan di UnCategorized. Tandai permalink.

4 Balasan ke Proses Renovasi Rumah

  1. fredi berkata:

    mantap baca artikelnya…
    klo boleh tahu berapa lama kira2 buat bikin pondasi suntik itu..??
    dan butuh dana berapa sampe buat bikin dak itu…??
    thanks

    • m.ngafifi berkata:

      Ternyata ada juga yg baca blog saya🙂
      salam kenal mas fredi.
      Karena pondasi suntiknya ada di 3 tempat, bagian yaitu dinding samping (kanan kiri) dan tengah jadi agak lama (kalau gak salah buat ngurusin pondasinya hampir 4 mingguan) karena yg samping kanan dan kiri cuma 1 tembok sama tetangga jadi harus hati-hati. Kalau soal biaya khusus buat pondasi saya ngga merinci sih, tergantung kedalaman dan campuran material yg diinginkan juga.

  2. adi berkata:

    100jt lbih ya buat itu smua?

    • mngafifi berkata:

      kurang lebihnya sih segitu.. padahal dulu bikin anggarannya gak ada 2/3 nya😦
      tapi emang kalau ngerenovasi rumah penyakitnya kayak gitu sih..

      pernah diajarin senior biar siap-siap kaget kalau mau ngerenov rumah.
      pertama, bikin itung-itungan menurut kita,
      setelah itu kalikan 1,5 x
      dan itu adalah minimal biaya yang biasanya mesti kita keluarkan dengan spek yang kita mau..

      hehehe, tapi gak papa, toh bisa jadi investasi dan demi kenyamanan anggota keluarga juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s