Nasi “Berkat” Goreng


Di suatu warung makan di Pekalongan beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah menu dengan nama nasi berkat. Sekejap membuat saya bingung, di daerah saya yang namanya nasi berkat tidak pernah dijual –atau saya saja yang nggak tahu ya?–. Setelah saya selidiki ternyata yang dimaksud dengan nasi berkat di warung itu adalah nasi gurih –semacam nasi uduk– yang disajikan dengan dengan sambal goreng tempe, sayur pecel, ayam opor, ati ampela. Dan ternyata nasi berkat di warung tersebut berbeda dengan nasi berkat yang saya pikirkan.

Bagi yang pernah ngerasain dusun di Jawa, mungkin masih ingat dengan yang namanya nasi (sego) berkat. Nasi berkat adalah sebuah lambang ketika sebuah keluarga sedang bersuka cita dan ingin membaginya dengan orang lain, biasanya berupa besek berisi nasi dan bermacam-macam lauk-pauk serta sayur-mayurnya. Biasanya dibawa para bapak sehabis menghadiri pengajian, walimahan ataupun acara-acara lainnya –di desa–. Dan sore ini sebuah besek berisi nasi berkat ada di rumah saya.

besek

besek

Tipikal nasi berkat adalah nasinya”akas” perak, atau terurai butir-butir nasinya, kemudian lebih banyak lauk-pauknya dibandingkan dengan nasinya. Sesuai dengan tipikalnya, nasi ini paling enak –menurut saya– dijadikan nasi goreng. Nasi goreng komplit malah, karena beberapa lauk-pauknya bisa dijadikan sebagai bahan penambah bumbu dan pelengkap rasa, seperti: ayam goreng, telur bunder, mi goreng, tempe dan tahu goreng. Dengan sedikit tambahan bumbu serta sedikit usaha maka nasi goreng yang mantappun dapat tercipta.

Nasi berkat yang saya eksekusi menjadi nasi goreng kali ini isiannya adalah, telur bulet dua buah diiris-iris, ayam goreng besar disuwir-suwir, dan mi goreng. Sedangkan tambahan pelengkap –mumpung ada– adalah kecap manis, kaldu ayam, dan sawi hijau. Setelah menjalani masa pemasakan maka jadilah! Sepiring besar nasi “berkat” goreng komplit yang cukup untuk 3 orang dewasa dan 2 anak-anak (hehehe, makannya rame-rame jadi tambah sedap).

Pos ini dipublikasikan di Kuliner, Personal dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Nasi “Berkat” Goreng

  1. yulifia berkata:

    hmmm…. sama ternyata…
    nasi berkat kalo ndak diakalin kaya gini, biasanya akan berakhir di kandang ayam… lauknya udah di”gado” dulu karena orang2 rumah males makan nasi keras..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s