the time traveler’s wife (istri sang penjelajah waktu) — audrey niffenegger


Jam penunjuk waktu merupakan manajer bank, petugas pajak, dan inspektur polisi kita; jam batiniah ini adalah istri kita. J.B. Priestley, Man and Time.

Cinta setelah Cinta
akan tiba saatnya
ketika, dengan sukacita, kausambut kedatangan dirimu
di depan pintu rumahmu, di cerminmu,
dan masing-masing akan tersenyum atas penyambutan yang lainnya,
dan berkata, duduklah di sini. makanlah.
kau akan kembali mencintai si asing yang adalah dirimu.
berikan anggur. berikan roti. berikan kembali hatimu kepada dirinya sendiri, kepada si asing yang pernah mencintaimu
seumur hidupmu, yang kauabaikan
karena orang lain, yang mengenalmu begitu baik.
turunkan surat-surat cinta itu dari rak buku,
foto-foto itu, catatan-catatan keputusasaan itu,
kelupas bayangan dirimu sendiri dari cermin. duduk.
nikmatilah hidupmu

–derek walcott


Itu tadi merupakan pembuka dari buku ini, inti ceritanya adalah tentang Henry DeTamble yang memiliki ‘kemampuan’ menjelajahi waktu. Ia bisa tiba-tiba menghilang dan muncul di tempat yang tak dikenalinya sepuluh tahun yang lalu atau yang akan datang. Saat berpindah-pindah waktu inilah ia bertemu Clare Abshire, anak perempuan yang tinggal di Michigan, dan terjadilah kisah cinta yang indah hingga ajal memisahkan mereka.
Masalah timbul, karena saat usia Henry maju mundur sesuai lokasinya di dalam waktu, usia Clare bertambah terus dengan normal. –the time is one of the most powerful variable in life.

Itu yang saya baca dari buku (atau novel yak nyebutnya :-P). Oiya, beberapa waktu yang lalu saya juga telah menyaksikan filmnya, film semi drama yang lumayan sesuai dengan novelnya. Yang menjadi perhatian saya adalah keruwetan waktu yang terus menerus, sampai tiba saat sang penjelajah waktu tersadar akan kemungkinan anaknya nanti akan seperti dirinya karena kelainan genetik yang sangat langka pada dirinya “Chrono-Displacement”. Menyadari hal tersebut dia tidak ingin lagi mempunyai anak (diceritakan sebelumnya pernah “hampir” memiliki momongan namun sebelum sang anak lahir ke dunia, sudah menghilang duluan) “alasan: sang anak ternyata memiliki kekuatan berpindah waktu namun belum bisa mengendalikan kekuatan tersebut”.

Namun, bagaimanapun sang ayah berusaha agar tidak memiliki anak, sampai melakukan vasektomi ternyata tetap juga memiliki anak (berasal dari benih dirinya yang dari masa lalu). Bedanya dengan anak yang pertama, sang anak terlahir dengan normal dan hidup. Kemudian secara tidak langsung diceritakan sang anak itupun seperti ayahnya, sang penjelajah waktu. Dan sisi menyenangkannya, dia bisa mengontrol kekuatannya. Sehingga sang anak bisa bertemu dengan sang ayah yang penjelajah waktu di masa lalu.

Dari sisi logika mungkin sangat tidak masuk akal, banyak teori tentang time travelling yang tidak dipedulikan dalam film ini, namanya juga film fiksi.. menghibur!

(post ini sebenarnya sudah menjadi draft sejak 14 Februari 2010)

Pos ini dipublikasikan di Film dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s