Potong Rambut


*postingan nggak penting dan nggak jelas*

Entah kenapa saya paling tidak suka dan tidak bisa menikmati kegiatan satu ini. Iya, mengikis rambut di kepala yang telah melanggar batas-batas kewajaran. Yang saya maksud dengan melanggar batas kewajaran adalah ketika rambut sudah melebihi kerah dan menutupi telinga, tambahan lagi, bagian depan menutupi bathuk (red: jidat) apalagi sampai menutupi mata. Bisa-bisa kayak kuntilanak, padahal saya ini cowok.😛 Sebenarnya kadang berasa risih juga sih dengan rambut panjang, apalagi ketika renang ataupun pas lagi tidur, sungguh menyebalkan.

Rambut saya rasanya cepat banget tumbuhnya, tidak lebih dari setengah semester pasti sudah panjang lagi. Itulah mengapa, dulu semenjak kecil sampai dengan SMA saya pasti potong rambut tidak lebih dari 3 bulan sekali, dan modelnya sama, papras pendek. Ketika SD sampai SMP mesti modelnya ’bros’ atau kuncung depan mirip model tentara. Tapi dari dulu saya tidak ada masalah dengan model rambut saya tersebut, entah kenapa teman-teman saya kok ribut ngomentarin.. ahahhahaa😀.

Tapi ketika rambut itu tumbuh, dan sudah menampakkan bentuk rambut lagi, namun belum terlalu panjang, saya merasa bentuknya jadi aneh, nantang langit kalau kata orang-orang terdahulu. Yang sebelah kiri lebih kaku daripada yang sebelah kanan, yang belakang atas ’njegrak’. Heheheee, berasa kayak Arnold (kartun Nickelodeon) bedanya, kalau Arnold walaupun rambutnya njegrak tapi masih simetris, sedangkan rambut saya, tidak simetris sama sekali.

Itu tadi alasan pertama saya, alasan kedua adalah karena ketika proses pencukuran, kebebasan saya terenggut dan saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya harus mengikuti semua instruksi dari si tukang jagal cukur atau saya harus menanggung sayatan di kulit kepala saya ataupun bentuk rambut yang tidak teratur.

Yang ketiga adalah saya kasihan sama tukang potong rambutnya, sepertinya sulit sekali untuk membuat potongan rambut saya nampak indah dan elegan menurut mereka. Untuk menangani rambut saya, seorang tukang cukur membutuhkan waktu yang lebih lama daripada menangani rambut orang lain. Saya pernah memperhatikan, ketika saya dicukur, tukang cukur sebelah ternyata sudah menyelesaikan dua kepala –jadi pegel saya–.

Itu tadi alasan negatifnya, alasan yang mendorong saya mau memotong rambut adalah, kata ibu saya, kalau rambut saya terlalu panjang katanya nggantengnya jadi berkurang –hwakaakakkaa😀 becanda ding!– . Yang kedua, beberapa hari lagi ujian akhir, daripada kena setrap ya mending potong rambut aja, lagian biar gak gampang rontok juga sih.

So, setelah mengingat dan menimbang segala hal tadi, sepertinya besok saya akan mengurangi rambut di kepala saya ini.

Pos ini dipublikasikan di Personal dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Potong Rambut

  1. ibnu berkata:

    sudah potong rambutkah? wah selamat ya atas model rambut barunya *komen nggak penting dan nggak jelas*

    *
    belumm, baru hari ini mau potongnya..
    terima kasih atas kunjungannya

  2. firmatha berkata:

    kunjungan balik…

    kebebasan yang terenggut.. kaya penjajah ya?😆

    *
    hehe.. iya niihh, kayak orang terjajah lah rasanya

    -thanks kunjungan baliknya

  3. ada-akbar.com berkata:

    wakakkaka. .
    benar thu biasanya kata ibu .. .
    biar gantengnya ga berkurang mas :d

    *
    hihi.. emang ibu yang paling baik dah yaaaa

  4. sumurmunding berkata:

    pas cilik ak g seneng cukur fi, tp pas gede malah seneng cukur coz rambutku iku nek dowo sitik dadi kriwil2 koyo rambute Andry Shevchenko😀

    *
    kudune ak didawakne sik cal.. ben gawul😆

  5. niefha berkata:

    punten, pertama kali silaturahim..
    Hm, jadi inget sama arnold. (sempet suka banget nonton kartun itu =D )

    biar rapi, jadi baiknya ya dicukur.. ^^v

    *
    mangga manis.. hihihiiii dibut rujak aja..
    makasih kunjungannya.. lucu tuh Arnold.. kartunnya bagus.. dulu juga suka nonton

  6. wuahahaha
    oalah omom
    dimodel koyok Edi Brokoli wae
    ckckckck

    *
    ojok, ndak dadi atris😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s